4 Alasan Mengapa Kita Tidak Perlu Kuatir Lagi

Blessed Family Church Blog

4 Alasan Mengapa Kita Tidak Perlu Kuatir Lagi

Kekuatiran pada dasarnya adalah masalah penguasaan atau pengendalian diri.  Kekuatiran berusaha untuk mengendalikan apa yang tidak dapat dikendalikan. Kita tidak dapat mengendalikan ekonomi, jadi kita merasa kuatir tentang ekonomi. Kita tidak dapat mengendalikan anak-anak kita, maka kita merasa kuatir tentang mereka. Kita tidak dapat mengendalikan masa depan, maka kita kuatir tentang bagaimana masa depan kita nanti. Tapi sayangnya, kekuatiran tidak pernah memberikan solusi atau jalan keluar pada kita! Kekuatiran benar-benar merupakan sesuatu yang tidak ada gunanya sama sekali bagi hidup kita. Ketika memberikan kotbah di bukit, Yesus menyatakan 4 alasan mengapa kita tidak perlu kuatir lagi.

1.Kekuatiran adalah sesuatu yang tidak masuk akal

Matius 6:25 berkata, “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”

Yesus berkata jika itu bukan sesuatu yang bersifat kekal, tidak perlu kita kuatir tentangnya. Adalah kebodohan jika kita merasa kuatir tentang sesuatu yang dapat kita ubah. Merasa kuatir tentang sesuatu yang tidak dapat kita ubah juga tidak ada gunanya. Jadi kekuatiran adalah sesuatu yang tidak masuk akal.

 

2.Kekuatiran Itu Tidak Wajar

 Tuhan Yesus memberi ilustrasi dari alam di Matius 6:26: “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

Hanya ada satu makhluk ciptaan Tuhan yang merasa kuatir: manusia. Kitalah satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan yang tidak percaya kepadaNya, dan hal iltu merupakan sebuah ketidakwajaran.

 

3.Kekuatiran itu Sesuatu yang Tidak Bermanfaat

 Kekuatiran tidak dapat merubah apapun. Matius 6:27 berkata, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”

 Ketika Anda merasa kuatir tentang suatu hal atau masalah dalam hidup Anda, kekuatiran tersebut tidak akan membantu Anda menemukan jalan keluar untuk masalah tersebut. Kekuatiran itu seperti ketika kita duduk di kursi goyang; kita melakukan banyak kegiatan, mengeluarkan banyak tenaga dan gerakan, tetapi tidak ada kemajuan sama sekali. Kekuatiran tidak dapat merubah apapun di dunia ini kecuali Anda. Ya, kekuatiran membuat Anda menjadi galau!

 

4.Kekuatiran itu Tidak Perlu

Matius 6:30 mengatakan, “Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?”

Jika kita percaya kepada Tuhan, maka kita tidak perlu merasa kuatir tentang apapun juga. Mengapa? Karena Ia telah berjanji untuk memenuhi segala sesuatu yang kita perlukan dan butuhkan: “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:19).

Jika Anda bertanya, apakah kita juga tidak perlu kuatir tentang tagihan bulanan yang masing-masing kita harus lunasi tiap bulannya? Jawabannya adalah “Ya” Apakah dalam hal ini kita juga tidak perlu kuatir tentang masalah yang terjadi dalam hubungan dengan sesama? Jawabnya masih “Ya”. Apakah termasuk didalamnya kita tidak perlu kuatir tentang mimpi, cita-cita, tujuan hidup serta ambisi kita? “Ya”. Lalu bagaimana dengan masalah kesehatan yang tidak kita ketahui cara mengatasinya, apakah kita tidak perlu kuatir juga? “Ya” Karena Ia sendiri yang akan memenuhi kebutuhan kita melalui Kristus Yesus.

Jadi, mulai hari ini, tinggalkan setiap jenis kekuatiran yang menguasai hidup kita dan letakkan iman percaya kita kepada Sang Pencipta kita, karena Ia sendiri yang akan menyediakan segala yang kita perlukan pada waktuNya.

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”

Filipi 4:6-7

Leave a Reply

64 − = 56